Catatan :

Thursday, August 27, 2015

Danau Merah Natron di Tanzania, Kuburan Massal Bagi Para Binatang


Biasanya danau menjadi salah satu tempat objek wisata yang paling diperhitungkan menjelang liburan. Namun berbeda dengan danau yang satu ini, Danau Natron di Tanzania merupakan danau yang sangat berbahaya dan merupakan kuburan bagi ribuan makhluk hidup seperti burung-burung serta hewan kecil lainnya.



Danau Natron merupakan danau yang airnya mengandung garam dengan pH hingga 10,5 serta suhu mencapai 60 derajat celcius. Hal tersebut dapat membuat kulit dan mata setiap binatang menjadi terbakar jika tidak mampu beradaptasi. Hanya satu spesies hewan yang diketahui mampu hidup di Danau Natron, yaitu Alkaline Tilapia (Alcolapia Alcalica). Alkaline Tilapia adalah sejenis ikan nila yang mampu bertahan hidup di sepanjang tepi danau Danau Natron yang airnya sedikit kurang asin. Selain spesies ikan nila tersebut, sejumlah bakteri juga diketahui dapat bertahan hidup di Danau Natron.

Danau ini diberi nama natron, yang berasal dari kata ‘mineral natrium karbonat dekahidrat’ (sodium carbonate decahydrate). Natron inilah yang biasa digunakan oleh orang Mesir kuno guna mengeringkan organ tubuh mayat selama proses pembuatan mumi atau biasa disebut dengan mumifikasi.

Air di Danau Natron memiliki kandungan mineral yang tinggi, dimana binatang yang tercebur dan mati akan mengalami pengawetan alami sehingga bangkai-bangkai binatang tersebut terlihat seakan-akan dicelupkan dalam adonan semen. Berbeda dengan danau biasanya dimana bangkai-bangkai binatang yang mati di dalam danau akan hilang terurai, namun di Danau Natron semua binatang yang terendam di danau tersebut akan membatu dan sulit terurai. Hal ini diungkapkan oleh seorang ahli ekologi di University of Leicester bernama David Harper yang menyatakan bahwa jika ditempat lain bangkai hewan yang mati akan terurai dengan cepat, namun di Danau Natron tidak demikian. David Herper kemudian menjelaskan, binatang yang mati di Danau Natron tidak bisa terurai dan mengalami pengawetan disebabkan garam yang terkandung di Danau Natron. Garam tersebut berbeda dengan garam masak yang biasa dihasilkan dari laut, melainkan berasal dari kapur magmatik yang telah ditempa dalam bumi dan keluar melalui aliran lava serta disemburkan ke udara menjadi awan abu setinggi 10 meter.

Gunung yang turut membantu menyemburkan kapur magmatic adalah Ol Doinyo Lengai, sebuah gunung berapi berusia 1 juta tahun yang terletak di bagian selatan Danau Natron. Seorang peneliti dari Swiss Institute of Technology di Zurich bernama Hannes mattsson mengatakan, gunung berapi lain umumnya memuntahkan silikat, namun Ol Doinyo Lengai merupakan satu-satunya gunung berapi di planet bumi yang menyemburkan ‘natrocarbonatite’. Natrocarbonatite sangat kaya akan sodium, kalium karbonat, nyerereite, dan gregoryite dimana kandungan tersebut jauh lebih asin dari silikat. Materi abu vulkanik dari gunung Ol Doinyo Lengai kemudian dikumpulkan oleh air hujan dan masuk ke Danau Natron. Hal tersebut menjelaskan mengapa binatang-binatang yang tercebur ke danau terlihat seperti jatuh dalam adonan semen, awet tak terurai seperti patung.



Gambar di atas merupakan salah satu karya fotografer alam liar bernama Nick Brandt. Nick Brandt menggunakan bangkai-bangkai binatang di Danau Natron sebagai model dari salah satu serial fotografi terbarunya yang lumayan mengerikan. Masih banyak foto-foto bangkai binatang dari Danau Natron  hasil jepretan Nick Brandt yang bisa kalian cari di internet.

0 comments:

Post a Comment

Post Lainnya